PSIS Semarang dan PSS Jadi Sorotan Internasional

Peristiwa memalukan sepakbola nasional telah terjadi beberapa waktu yang lalu, insiden sepakbola gajah PSIS Semarang kontra PSS Sleman yang berakhir dengan skor 3-2, tak cuma menjadi bahan pemberitaan media nasional, namun media internasional turut ambil bagian dari insiden ini.

Ada sekian banyak situs internasional yang membuat berita tentang insiden sepakbola gajah ini, sebut saja dailymail, 101greatgoals, scoopnest, dan footballtips.

Semua media internasional memberitakannya dengan nada yang negatif, socking, scandal, dan parody. Menyedihkan memang pemberitaan ini di tengah sepakbola Indonesia yang mengalami penurunan rangking FIFA.

Di era milenium yang teknologi nya semakin canggih ini, pemberitaan sekecil apapun pastinya akan cepat tersebar ke mana-mana. Hal ini harus jadi pelajaran bagi dunia sepakbola nasional.

Seperti yang di lansir Kompascom, FIFA akan melakukan penyelidikan terkait insiden ini. Hal ini pun di akui sendiri oleh Wakil Ketum (Ketua Umum) PSSI, La Nyalla Mattalitti.

Djohar Arifin Husin harus bisa mengembalikan martabat sepakbola nasional. Mafia dan kepentingan politik harus sesegera mungkin di musnahkan dari dunia sepakbola hal ini guna menciptakan sepakbola yang fair play.

Ada apa di balik laga PSIS Kontra PSS

Sepakbola gajah yang melibatkan PSIS Semarang dan PSS Sleman benar-benar memalukan. 5 gol hasil bunuh diri di dalam satu pertandingan tentu saja membuat kita geleng-geleng kepala. Kabarnya, PSSI sedang menyelidiki kasus ini, bahkan pula kabarnya berita yang sudah menodai sepakbola nasional ini sudah sampai kepada FIFA.

Menurut kabar terjadinya hal ini karena ketakutan dari dua kubu, PSIS dan PSS takut jika menang nantinya harus melawan Borneo FC di semifinal.

Lalu sebetulnya apa yang mereka takutkan dari Borneo FC? Jika di lihat dari pengalaman dan nama besar, PSIS dan PSS jauh di atar Borneo FC. Ternyata bukan hanya karena kualitas atau kemampuan teknis Borneo FC saja, namun rupanya yang paling mereka takutkan adalah kekuatan non teknis dari Borneo FC.

Borneo FC di sebut-sebut sebagai titipan PSSI untuk menembus ISL. Hal ini di dasarkan pada pertandingan-pertandingan Borneo FC yang di anggap sering di untungkan wasit.

Usut punya usut, sepertinya pemerintahan dan lembaga lain di atas PSSI harus menyelidiki semua ini. Karena di duga PSSI juga terlibat di dalam kekacauan ini. Semoga saja penyelidikan ini dapat berjalan dengan baik dan beralaskan sportifitas.

"Jangan cuma menyelidiki PSS dan PSIS, selidiki juga PSSI dan Borneo FC!!! Terlaknat buat semua pelaku mafia sepakbola Indonesia !!!," ucap pengguna kompasiana, Amin Enyong.

PSIS Semarang dan PSS Sleman Akhirnya Didiskualifikasi oleh PSSI

PSSI Menindaklanjuti pertandingan sepakbola antara PSIS Semarang kontra PSS Sleman, pada Sabtu (25/10/2014) lalu. PSSI Bergerak cepat untuk mengambil keputusan, PSSI menyatakan bahwa pelanggaran yang di lakukan kedua klub ini sudah tak bisa ditolerir lagi sehingga terpaksa mau tak mau harus didiskualifikasi dari kompetisi utama.

Vonis ini artinya kedua klub tersebut sudah tak ada harapan lagi untuk berlaga di kasta yang lebih tinggi (ISL) pada musim depan.

Keputusan ini di ambil oleh Ketua Komdis (Komisi Disiplin) PSSI, Hinca Panjaitan bahwasannya kedua klub sudah tak bisa mengajukan banding lagi. Kedua klub tersebut di mata PSSI menurutnya telah merusak fair-play, menodai nama baik sepakbola nasional, dan mencederai prinsip dasar bermain sepakbola.

Di kutip dari kompasiana kanal sepakbola, bahwa PSSI juga harus berani melarang klub tersebut untuk mengikuti kompetisi dalam bentuk turnamen apapun selama 5 tahun atau bila perlu 10 tahun. Dan juga di beri hukuman tambahan seperti di degradasi ke kasta paling bawah.

"Beri penderitaan yang setimpal juga seperti melarang pemain dan pelatih berkecimpung di dalam dunia sepakbola selama rentang waktu tertentu atau bila perlu larang seumur hidup," tulis pengguna kompasiana, Erwin Alwazir.

"Pembalasan setimpal seperti ini mutlak di lakukan agar di kemudian hari klub-klub yang berada di bawah naungan PSSI tidak seenaknya melanggar aturan seperti mengatur skor pertandingan atu menampilan sepakbola kodok," lanjutnya.

Kita selaku pemerhati sepakbola nasional berharap kepada PSSI untuk memegang teguh keputusan yang sudah di ambil. Semoga tak ada tawar-menawar setelah keputusan ini di keluarkan.
Copyright © 2013. Blog Tips dan Trik - All Rights Reserved